Minggu, 12 Mei 2013

Putra Rahardja - Pilihan


Edisi 9 : Pilihan

Hai balik lagi sama ketikan gua kali ini, disini gua bakal ngebahas tentang 'Pilihan'..
Yap, setiap orang bebas untuk memilih termasuk tentang cinta dan memilih orang yang pantas untuk jadi pasangannya.
Mungkin terlihat aneh ketika kita melihat seseorang memilih orang lain menjadi pasangannya padahal kita tau kalau orang yang dia pilih untuk menjadi pasangannya tidak jauh lebih baik dari kita.
Itu menurut pendapat kita, tapi menurut pendapat dia itu beda, di mata dia mungkin orang brengsek itu baik.
Setiap orang bebas untuk memilih termasuk kita, tapi ga semudah itu karna apa yang udah kita pilih itu ga semudah untuk kita milikin
misalnya waktu kita suka sama orang dan kita mulai melakukan pendekatan sama dia, mungkin orang itu memang akan merespon kita tapi apa kita tau mereka merespon kita tulus atau emang cuma karna kasihan?
Kita ga pernah tau, dan kita cuma akan tau ketika menyatakan perasaan kita keorang itu. Jawaban yang kita dapetpun itu sesuai dengan pilihan orang yang kita sukai
kita memang suka sama dia tapi bukan berarti orang itu mempunyai perasaan yang sama dengan kita.
Okey mungkin kita berfikir orang itu akan nerima kita walaupun orang itu menerima dengan terpaksa, emang udah pasti bisa terjadi hal kaya gitu karna apapun itu adalah sebuah pilihan.
Tapi apa bedanya nerima dengan terpaksa dengan menyakiti secara perlahan?
Sama-sama sakit.
Hanya bila dia menolak cinta kita itu sakitnya tidak sesakit ketika dia menerima kita dengan terpaksa.
Ketika dia menolak kita dengan sangat harus kita harus moveond dari dia karna itu pilihan, kalau kita ga moveon emang mau sakit hati cuma karna cinta kita diabaiin gitu aja?
Enggakan?
Jadi ya kita emang harus moveon karna moveon itu pilihan.

Pilihan itu ngasih kita kebahagian kok, ga penderitaan terus-menerus, karna yang kita dapet dari penderitaan cuma sakit hati yang ngeganjel dan susah buat diungkapin.
Sering kali kita berfikir kenapa pilihan kita enggak pernah bisa buat kita dapetin, kita sering berfikir apa kita emang ga pantes buat berharap akan pilihan yang kita mau?
Dan apa kita cuma berharap bahwa suatu saat kita akan menjadi pilihan buat mereka?
Cuma bisa berharap dipilih, dan ga bisa memilih.
Kita pasti pernah berfikiran kaya gitu, tapi ambil positifnya aja mungkin emang kita ga cocok makanya apa yang kita pilih ga sama kaya apa yang dia pilih.
Kita memilih dia, tapi dia enggak memilih kita.
Realita cinta emang manis dan pahit, ada kalahnya kita merasa manis akan apa yang kita pilih.
Namun ada kalahnya kita merasa pahit karna apa yang kita pilih memilih orang lain untuk disamping dia.

Semua indah pada waktunya, cuma gimana cara kitanya aja ngadepin jawaban dari sebuah pilihan yang kita cari dan kita mau.

Ini gua putra ini artikel gua yang mungkin sesuai sama perasaan lo :) makasih udah mampir keblog gua sob ;)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Read more: http://myhafiezers.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-widget-sharing-melayang.html#ixzz2CYe9xP45